Kejutan besar First Stand 2026: Gen.G tumbang dari G2 Esports, mimpi Golden Road hancur
Turnamen First Stand (FST) 2026 yang digelar di Riot Games Arena, São Paulo, Brasil, menghadirkan kejutan besar. Pada semifinal yang berlangsung 21 Maret 2026, favorit juara Gen.G harus takluk telak 0-3 dari G2 Esports, sekaligus tersingkir lebih awal dari turnamen.
Kejutan di São Paulo
Sebelum pertandingan, Gen.G tampil sangat dominan tanpa kekalahan sejak awal musim. Sebaliknya, G2 Esports sebagai juara Eropa datang dengan keraguan setelah kalah dari Bilibili Gaming (BLG) di fase grup. Namun, semua prediksi kemenangan mudah bagi tim Korea langsung runtuh begitu pertandingan dimulai.
Ringkasan pertandingan: saat pengalaman berbicara
Pada game pertama, Gen.G mencoba mengontrol bot lane dengan kombinasi Ashe dan Seraphine, namun G2 Esports berhasil meredam strategi tersebut lewat rotasi jungle yang efektif. Titik balik terjadi pada menit ke-28 ketika Gen.G mencoba mengamankan Baron untuk membalikkan keadaan, tetapi gagal total dan justru memberi kesempatan G2 Esports menutup game dengan skor kill 16-4.
Pada game kedua, kesalahan dari Duro (Alistar) membuat Gen.G kehilangan kontrol map. Meski Kiin menggunakan pick kejutan Vayne di top lane, selisih gold lebih dari 10.000 membuat comeback di menit ke-29 mustahil terjadi.
Game ketiga menunjukkan runtuhnya mental wakil LCK. Gen.G kehilangan empat Dragon berturut-turut dan hancur dalam pertarungan Elder Dragon, memastikan kemenangan 3-0 untuk tim Eropa.
Mimpi Golden Road yang hancur
Kekalahan ini tidak hanya membuat Gen.G tersingkir dari FST 2026, tetapi juga mengakhiri mimpi Golden Road—meraih semua gelar utama Riot Games dalam satu tahun (termasuk LCK Cup, FST, MSI, LCK Summer, dan World Championship). Setelah baru saja menjuarai LCK Cup, Chovy dan timnya harus pulang dari Brasil dengan kekecewaan besar.
G2 Esports: “algojo LCK” kembali bersinar
Dengan kemenangan ini, G2 Esports melaju ke final setelah mengalahkan dua tim LCK secara beruntun (sebelumnya BNK FearX) dengan skor 3-0. Di São Paulo, tim yang dijuluki “algojo LCK” tampaknya telah kembali ke performa terbaiknya.