In Trusted Hands: saat pekerjaan perbaikan ponsel menjadi dilema moral
Game simulasi berbasis narasi In Trusted Hands resmi dirilis di PC melalui Steam pada 7 Mei 2026. Berbeda dari game simulasi teknis pada umumnya, In Trusted Hands menempatkan pemain dalam situasi moral yang kompleks di balik layar perangkat elektronik.
Pekerjaan harian di bengkel perbaikan di kota besar
Dalam game ini, Anda mengelola sebuah toko kecil perbaikan ponsel di tengah kota yang ramai. Dengan latar musik yang menenangkan, tugas Anda mencakup mengelola data pelanggan, memperbaiki perangkat, serta menjaga keseimbangan status pribadi seperti energi dan tingkat stres. Selain tekanan pekerjaan, pemain juga harus menghadapi tantangan nyata seperti biaya sewa dan inspeksi berkala.
Batas tipis antara pekerjaan dan privasi
Daya tarik utama In Trusted Hands terletak pada mekanik perbaikan yang disederhanakan, sehingga pemain dapat lebih fokus pada pengalaman naratif. Saat proses pemulihan data, Anda mungkin tanpa sengaja menemukan pesan, gambar, dan file tersembunyi milik pelanggan.
- Rahasia yang bukan untuk orang luar: Anda akan dihadapkan pada informasi pribadi yang seharusnya tidak pernah terlihat.
- Permintaan tidak pantas: orang asing dengan motif tidak jelas dapat muncul dan menawarkan uang untuk mendapatkan informasi pribadi pelanggan.
- Konsekuensi dari pilihan: keputusan untuk membagikan, menyembunyikan, atau membantu seseorang akan langsung memengaruhi kehidupan karakter, membentuk masa depan kota dan perjalanan Anda sendiri.
Gameplay berfokus pada pengalaman psikologis
In Trusted Hands tidak menuntut keterampilan teknis yang kompleks, melainkan menekankan aspek psikologi dan hubungan sosial. Setiap pelanggan yang datang membawa cerita unik dan masa lalu yang rumit. Pemain harus tetap waspada dalam mengambil keputusan penting sambil menjaga operasional toko tetap stabil di bawah tekanan kelelahan.
Dengan gaya visual yang ramah dan alur cerita yang mendalam, game ini menawarkan pengalaman menarik bagi penggemar simulasi kehidupan yang ingin menghadapi pilihan-pilihan bermakna secara moral dan manusiawi.